Berfikir untuk usaha

Written By Dewi Arjaya on Tuesday, September 16, 2014 | 4:36 AM

Masa sekarang ini tidak perlu banyak berteori yang akhirnya kita tidak bisa melukan sedikit pekerjaan kongkrit dari teori tersebut, tetapi teori juga menopang dari apa yang kita lakukan untuk mengerjakan tekhnik yang akan kita terapkan, berbagaimacam wacana serta tujuan hidup senantiasa menguasai pikiran seseorang apabila kita masih saja malas untuk melakukan tindakan agar impian kita terwujud itu sangatlah mengerikan didengarnya al-hasil banyak orang yang terbelenggu dari berbagai macam tipu daya fikirannya tersebut.

Zaman teknologi serba canggih dewasa ini merupakan faktor terpenting untuk kita bisa mengimbanginya, salah satunya yakni dengan melakukan pekerjaan kegiatan usaha yang halal hingga kita bisa hidup tanpa keterpurukan, tidak begitu banyak orang yang mau melakukan pekerjaan mereka hanya berfikir kemudiam berdiam diri melihat jaman yang  serba memfasilitasi ini, seharusnya kita manfaatkan situasi ini beralih menjadi hari-hari penuh harapan dengan terang bernderang generlap masa depan yang semakin nampak akan dibawa kemana, jalan usaha tidak mesti harus bersusah payah jika kita mampu untuk melakukan atau bersedia merobah sikap kita, lihatlah mereka para tukang becak, rongsok, kuli bangunan, dan sebagainya mereka tidaklah merasa kerepotan hanya saja kita yang melihatnya seolah-olah hidup mereka dala keterpurukan dan sementara kita hanya bisa menyaksikannya tanpa melakukan tindakan minimal dengan cara mereka untuk penghidupan dirinya.

Hari semakin bosan dengan tingkah laku yang kurang produktif serta tidak menghasilkan apapun baik nilai ibadah maupun materi, itu karena seseorang cendrung dalam kerangka pemikiran yang penuh misteri juga kepoya-poyaan karena sudah masuk dalam kesengsaraan yang dia alami untuk masa depannya yang kian hampar dan tak jelas arahnya. Kini mari dengan membuktikan langkah kita guna mencapaii kesenjangan sosial individual yang kongkrit realistis serta berkarakter, ini diperlukan semangat yang kuat untuk menjalaninya, kita senantiasa berjalan dalam kitaran masa yang membuat kita semakin jauh untuk berfikir kearah itu, sedangkan kebutuhan materialis membuat kita semakin ingin meiliki hal-hal duniawi yang bersifat fana tersebut, namun cara yang kita tempuh tidak memiliki sedikitpun kewenangan dalam menguntainya, harapan kita akan diabawa kemana, dana apakah alam fikiran kita cukup dengan melakukan lamunan ayal tak ada ujungnya tersebut, sekali lagi lakukan karena anda dan kita mampu.

0 komentar:

Post a Comment