usaha rongsok sangat menghasilkan

Written By Dewi Arjaya on Tuesday, September 16, 2014 | 7:28 AM

Siapa yang mengira bahwa pekerjaan yang dianggap oleh seserong adalah pekerjaan kotor, dimana mereka selalu bergelut dengan barang-barang yang dibuang (sampah), jika d=tidak ada mereka penyakit akan merebak karena tidak mau ada yan gmembersihkan, inilah dia yang dinamakan tukang sampah, tetapi yang dimaksud bukan tukang sampah jalanan melainkan tukang rongsok, yang selalu mengumpulkan barang-baran gyang sudah tak layak pakai.

Pernyataan yang sangatlah pahit tatkal ada   yang mengakana ini adalah pekerjaan kotor dan hina, dilbalik penilaian tersebut ternyata menghasilkan mnafaat yang termat besar, dengan mengumpulkan barang-barang bekas kemudian di kumpulkan dan didaur ulang oleh ini bisa menjadi uang berlimpah, mengingat banyaknya sampah non organik yang berserakan, dan yang semestinya dikatakan kotor adalah mereka yang membuang sampah sembarangan, tetapi itulah lika-liku dunia.

Beberapa pengusaha barang bekas mendapatkan hasil yang besar bahkan sampai memiliki mesin daur ulag seperti mesin daur ulang plastik, besi, timah, alunium dll, dan barang yang sudah didaur ulang kembali dimanfaatkan oleh masyarakat. Kebanyakan mereka bekerja dengan berkelompok dengan satu tengkulak yang membiayainya, namun ada juga yang perorangan kemudian barang hasil kumpulannya di jual kepada tengkulak (bandar rongsok), memanfaatkan barang yang masih layak pakai seperti alat elektronik, TV, Komputer, Kipas, AC, Dan lainnya terkadang masih bisa diperbaiki hingga bisa dimanfaatkan kembali, adapula mereka dengan cara membarter barang dagangannya seperti bahan dapur, piring, gelas, dsb dengan rongsokan (barang bekas).

Ini adalah usaha yang memiliki nilai jreatifitas tinggi, banyak sekali yang kita gunakan adalah barang bekas daur ulang mengingat barang mentah sudah jarang ditemukan, merekalah yang mampu menciptakan keutuan keperluan kita minimalnya. Hasil yang didapatkan dengan keuntungan yang lumayan besar seperti kardus bekas kita beli pada toko 1.000,- @ kg bisa sampai 1.500 @ kg, jika sehari bisa mengumpulkan 100 kg maka sudah terlihat kelipatannya, atau yang lainnya seperti besi, alumunium, timah, plastik dsb. Semua itu adalah bentuk kelangsungan hidup untuk kesenjagan ekonomi sosial dengan cara melakukan usaha (bisnis) kita kembali pada diri kita apakah kita bisa berfikir untuk usaha seperti mereka yang dianggap pekerjaan kotor.

1 komentar: